hai blogger... lama udah gak ngepost.... gak kerasa ini udah tahun terakhirku di bangku kuliah dan sekarang aku mendapatkan tugas akhir mata kuliah bakteriologi. identifikasi bakteri proteus mirabilis dan lebih tepatnya. and i want to share my work.
ini hasil dari pemeriksaan biokimia
ini hasil penanaman dari bakteri proteus mirabilis pada media mac conkey menunjukkan bahwa bakterii ini tidak memecah laktosa, memiliki koloni transparan dan berukuran kecil
pada media TSIA : lereng = alkali sedangkan dasar = acid, H2S positif (+) sedangkan gas negatif (-)
lereng suasana alkali karena lereng berhubungan langsung dengan udara bebas. di udara bebas terdapat unsur O2 (oksigen) sehngga suasana asam lemah di lereng menjadi basa (phenol red --> merah), sedangkan di dasar tetap suasana asam lemah karena O2 sedikit (phenol red --> merah). jika terdapan warna hitam pada media itu berarti H2S positif (Fe + H2S -> FeS endapan hitam)
pada glukosa bakteri ini memecah glukosa dan menghasilkan gas (+). dikatakan memecah glukosa apabila terjadi perubahan warna pada media dari warna biru menjadi warna kuning. untuk melihat ada tidaknya gas lihat pada ujung tabung durham.jika terdapat rongga maka gas positif (+) begitupun sebaliknya
pada media maltosa bakteri ini dapat
melalui media cimon citrate kita dapat mengetahui bahwa bakteri ini idak menggunakan unsur karbon citrate untuk melangsungkan kehidupannya. jika bakteri tersebut menggunakan unsur karbon citrate maka media akan berubah warna menjadi biru.
media semi solid ini berfungsi untuk mengetahui mortilitas (pergerakan kuman). pada bakteri ini terdapat flagel sehingga dia dapat tumbuh (berbentuk seperti angin puyuh). jika bakteri aerob maka semakn keatas dia akan semakin menyebar sedangkan pada bakteri anaerob kuman hanya akan tumbuh disekitar daerah tusukan saja.
media urea, untuk mengidentifikasi apakah bakteri tersebut menghasilkan enzim urease atau tidak. jika dia menghasilkan enzim urease maka bakteri ini akan memecah urea dan menghasilkan warna pink karena menggunakan indikator phenol red.
media VP, MR dan Indol setelah ditanami direaksikan
Tubuh memiliki kekebalan untuk menyerang penyakit dan menjaga tetap sehat. Namun, apa jadinya jika kekebalan tubuh justru menyerang organ tubuh yang sehat. Penyakit Lupus diduga berkaitan dengan sistem imunologi yang berlebih. Penyakit ini tergolong misterius. Para dokter kadang bingung mendiagnosis penyakit ini. Namanya sedikit unik, LUPUS.
Jika ditanya apakah Lupus itu ? mungkin jawabannya akan sangat bervariasi, karena jenisnya bermacam-macam.
hal itu disebabkan karena Penyakit lupus belum begitu dikenal luas di masyarakat Indonesia dan sampai saat ini belum mendapat perhatian khusus dari pemerintah meskipun diperkirakan jumlah penderita lupus ( odapus ) terus bertambah.
Istilah lupus berasal dari serigala. Pada abad 13, dokter Rogerius menggunakan istilah lupus untuk menggambarkan lesi di hidung dan wajah penderita yang menyerupai gigitan serigala.
Gejala-gejala penyakit ini dikenal sebagai Lupus Eritomatosus Sistemik(LES) alias Lupus. Eritomatosus artinya kemerahan. sedangkan sistemik bermakna menyebar luas keberbagai organ tubuh. Istilahnya disebut LES atau Lupus.
Lupus atau SLE (Systemic lupus erythematosus) adalah suatu penyakit kronik autoimun, yaitu ketika antibodi seseorang menyerang jaringan tubuhnya sendiri. Saat itu terbentuk zat anti yang berlebihan dan salah arah; zat anti seharusnya bekerja melawan kuman, bakteri atau zat asing yang masuk ke tubuh tapi zat anti di tubuh odapus malah
merusak organ tubuh sendiri.
Penyebab penyakit lupus sampai sekarang belum diketahui secara pasti, diduga berhubungan dengan genetik,virus,sinar ultraviolet dan obat-obatan tertentu.
Penyakit lupus tergolong penyakit autoimun. Artinya sistem imun membentuk antibodi yang seharusnya bekerja memerangi infeksi yang disebut antigen seperti bakteri,virus, jamur atau zat – zat asing yang masuk ke dalam tubuh, malah berbalik menyerang dirinya sendiri. Sistem imun ini kehilangan kemampuan untuk membedakan yang mana antigen asing dan mana sel atau jaringan tubuhnya sendiri, akibatnya antibodi yang terbentuk menyerang sel atau jaringan tubuh sendiri dan menyebabkan berbagai kelainan, tergantung bagian tubuh yang diserang, bisa di susunan syaraf,jantung, paru – paru,ginjal,kulit maupun sendi. Kelainan yang ditimbulkan bisa berupa nyeri,peradangan,ataupun kerusakan jaringan.
Beberapa ciri gejala lupus antara lain rasa lemas,capek yang berlebihan,demam berkepanjangan,ruam merah di wajah yang menyerupai gambar kupu-kupu, ruam merah di kulit yang umumnya lebih nyata bila terpapar sinar matahari, ruam diskoid, rambut rontok,sariawan yang berulang,nyeri pada sendi dan bengkak pada kedua tungkai. Pemeriksaan laboratorium diperlukan untuk mendeteksi kelainan lupus yang melibatkan sel-sel darah, serta pemeriksaan urin untuk mendeteksi kelainan lupus yang melibatkan sel-sel darah, serta pemeriksaan urin untuk mendeteksi adanya gangguan ginjal. Gangguan neurologik maupun psikiatrik juga dapat terjadi pada penderita lupus. Antibodi anti nuklear serta beberapa jenis antibodi dapat diperiksa untuk mendukung diagnosis lupus.
Masih awam
Jumlah penderita Lupus ini tidak terlalu banyak. Menurut data pustaka, di Amerika Serikat ditemukan 14,6 sampai 50,8 per 100.000. Di Indonesia bisa dijumpai sekitar 50.000 penderitanya.Sedangkan di RS Ciptomangunkusumo Jakarta, dari 71 kasus yang ditangani sejak awal 1991 sampai akhir 1996 , 1 dari 23 penderitanya adalah laki-laki. Penyakit Lupus masih sangat awam bagi masyarakat.
Setelah diteliti penyebab Lupus karena faktor keturunan dan lingkungan. Penyakit ini justru diderita wanita usia produktif sampai usia 50 tahun.Namun begitu, ada juga pria yang mengalaminya. Ahli menduga penyakit ini berhubungan dengan hormon estrogen. Karena Lupus menyerang wanita subur, kerap menimbulkan berbagai aspek kesehatan. Misalnya hubungan dengan kehamilan yang menyebabkan abortus, gangguan perkembangan janin atau pun bayi meninggal saat lahir.
Namun, hal ini bisa saja terjadi sebaliknya. Artinya, justru kehamilan bisa memperburuk gejala Lupus. Sering dijumpai gejala Lupus muncul sewaktu hamil atau setelah melahirkan.
Otoimun
Lupus merupakan penyakit yang menyerang perubahan sistem kekebalan perorangan, yang sampai kini belum diketahui penyebabnya. Penyakit ini muncul akibat kelainan fungsi sistem kekebalan tubuh. Dalam tubuh seseorang terdapat antibodi yang berfungsi menyerang sumber penyakit yang akan masuk dalam tubuh. Uniknya, penyakit Lupus ini antibodi yang terbentuk dalam tubuh muncul berlebihan.
Hasilnya, antibodi justru menyerang sel-sel jaringan organ tubuh yang sehat.
Kelainan ini disebut autoimunitas .
Antibodi yang berlebihan ini, bisa masuk ke seluruh jaringan dengan dua cara yaitu :.
Pertama, antibodi aneh ini bisa langsung menyerang jaringan sel tubuh, seperti pada sel-sel darah merah yang menyebabkan selnya akan hancur. Inilah yang mengakibatkan penderitanya kekurangan sel darah merah atau
anemia.
Kedua, antibodi bisa bergabung dengan antigen (zat perangsang pembentukan antibodi), membentuk ikatan yang disebut kompleks imun.Gabungan antibodidan antigen mengalir bersama darah, sampai tersangkut di pembuluh darah kapiler akan menimbulkan peradangan.
Dalam keadaan normal, kompleks ini akan dibatasi oleh sel-sel radang (fagosit) Tetapi, dalam keadaan abnormal, kompleks ini tidak dapat dibatasi dengan baik. Malah sel-sel radang tadi bertambah banyak sambil mengeluarkan enzim, yang menimbulkan peradangan di sekitar kompleks.
Hasilnya, proses peradangan akan berkepanjangan dan akan merusak organ tubuh dan mengganggu fungsinya. Selanjutnya, hal ini akan terlihat sebagai gejala penyakit. Kalau hal ini terjadi, maka dalam jangka panjang
fungsi organ tubuh akan terganggu.
Umumnya penderita Lupus mengalami gejala seperti. kulit yang mudah
gosong akibat sinar matahari serta timbulnya gangguan pencernaan.
Gejala umumnya penderita sering merasa lemah, kelelahan yang
berlebihan, demam dan pegal-pegal. Gejala ini terutama didapatkan pada
masa aktif, sedangkan pada masa remisi (nonaktif) menghilang.
Pada kulit, akan muncul ruam merah yang membentang di kedua pipi, mirip
kupu-kupu. Kadang disebut (butterfly rash). Namun ruam merah menyerupai
cakram bisa muncul di kulit seluruh tubuh, menonjol dan kadang-kadang
bersisik.
Melihat banyaknya gejala penyakit ini, maka wanita yang sudah terserang
dua atau lebih gejala saja, harus dicurigai mengidap Lupus.
Untuk sembuh total dari penyakit ini, tampaknya sulit. Dokter lebih berfokus
pada pengobatan yang sifatnya sementara.Lebih difokuskan untuk mencegah
meluasnya penyakit dan tidak menyerang organ vital tubuh.
tujuan : untuk mengetahui golongan darah seseorang
metode : ABO sistem (direct)
prinsip : antigen pada permukaan eritrosit bereaksi dengan antibodi dalam reaggen membentuk ikatan antige-antibodi dengan adanya aglutinasi
reaksi : Ag + Ab ---> Ag-Ab (aglutinasi)
sampel : darah kapiler
dasar teori :
golongan darah adalah suatu ciri khusus dari suatu individu karena adanya perbedaan karbohidrat dan protein pada permukaan sel darah merah
aglutinasi berkaitan dengan antigen sel darah merah dan antibodi dalam serum
sel yang memiliki antigen A --> golongan A, sel yang memiliki antigen B --> golongan B, sel yang memiliki antigen A dan B --> golongan AB, sedangkan sel yang tidak memiliki keduanya --> golongan O
antigen akan antibodi ABO pada individu :
alat :
blood lancet dan autoclick
tissue
kapas beralkohol dan kering
objek glass
petridish
pengaduk plastik
reagensia :
alkohol 70%
reagen anti-A
reagen anti-B
reagen anti-AB
prosedur :
siapkan alat dan bahan. Siapkan object glass yang telah di beri nomor 1 - 3
Sterilkan salah satu ujung jari pasien dengan kapas yang telah dibasahi dengan alkohol 70%
Tusukkan lancet dengan hati-hati dan mantap ke ujung jari yang telah steril, lalu tekanlah ujung jari hingga darah keluar
Teteskan darah pada object glass sebanyak 4 kali @1 tetes pada tempat yang berbeda sesuai nomor
Teteskan reagen anti-A, anti-B, anti-AB sebanyak 1 tetes pada sampel darah pertama, lalu aduklah dengan gerakan memutar menggunakan tusuk pengauk plastik. Amatilah apa yang terjadi. ulangi langkah tersebut
Vanishing Twin kalau diterjemahkan artinya kurang lebih kembar yang hilang/lenyap. Hilangnya terjadi saat didalam perut. Dimana awalnya saat USG pertama janin dikatakan kembar, saat kontrol pada bulan-bulan berikutnya hanya tinggal satu saja.Vanishing twin bisa menimbulkan gejala-gejala pada ibunya, sehingga ada istilah Sindroma Vanishing Twin.
Kelainan ini pertama kali diketahui pada tahun 1945. Hal ini terjadi akibat matinya/abortus salah satu kembar. Jaringan janin yang mati kemudian diserap oleh janin yang masih bertahan, plasenta atau ibu. Sehingga kesannya janinnya menghilang (vanish)
Dahulu sebelum ada USG, diagnosa Vanishing Twin dapat diketahui dengan cara pemeriksaan plasenta bayi yang dilahirkan (patolog). Sekarang dapat dengan mudah diketahui sat USG di awal kehamilan terdiagosis dua janin (kembar) dan pada saat kontrol selanjutnya ternyata janinnya tinggal satu.
Diagnosisnya semakin sering, karena adanya penggunaan USg di awal kehamilan. Angka kejadiannya diperkirakan sekitar 21-30% dari kehamilan kembar. Penyebabnya sering tidak diketahui. HAsil analisa plasenta dan jaringan janin sering memperlihatkan adanya kelainan/abnormalitas kromosom, sementara janin yang bertahan biasanya normal. Implantasi tali pusat yang tidak normal, juga bisa jadi penyebab.
Jika kejadiannya di TM I,baik ibu maupun janin yang tinggal/hidup biasanya tidak memperlihatkan gejala/tanda2 klinis. Prognosis janin yang tinggal biasanya sempurna, tetapi tergantung pada faktor2 yang menyebabkan matinya janin yang satunya. Jika kejadian nya pada TM II atau III, terjadi peningkatan risiko janin yang tinggal. Hal ini berupa risiko Cerebral Palsy dan ancaman terhadap kelangsungan kehamian.
Jika kematian janin terjadi Setelah periode embryonik (8 minggu), air dalam jaringan kembaran, cairan ketuabn, dan jaringan plasentanya akan diserap. Hal ini akan menyebabkan gepengnya (flattening)kembar yang matiakibat tekanan dari janin yang hidup. Saat kelahiran, janin yang tertekan ini dikenal dengan istilah fetus compressus atau fetus papyraceous
Gejalanya seperti gejala abortus bisa ditemukan berupa perdarahan, kontrkasi, nyeri rongga panggul. Jika kejadiannya di TM I maka ibu dan janin yang hidup, maka tidak diperlukan pengobatan. Jika kematian janin terjadi pada TM II dan III, Kehamilan harus ditangani sebagai kehamilan risiko tinggi.
Jika fetus papyraceus tetap ada, kehamilan harus dipantau secara seksama dengan melakukan USG serialguna menilai keadaan janin yang satunya lagi. Risiko yang terjadi berupa kelhiran prematur, persalinan yang macet, atau matinya janin yang masih bertahan akibat lepasnya plasenta atau infeksi. Janin yang hidup juga berisiko mengalami berat badan lahir rendah. Juga diawasi kemungkinan gangguan pembekuan darah pada ibu (consumptive coagulopathy. Vanishing Twin yang tidak ada komplikasi tidak memerlukan penanganan apa2.
Dilatasi dan kuretasu (D&C) dapat dilakukan jika konfirmasi dengan USG mendapatkan tidak ada lagi janin yang hidup.
Kehamilan adalah saat – saat yang paling dinantikan oleh para kaum ibu. Oleh karena itu pemeriksaan selama kehamilan sangat penting dilakukan. Selain untuk memastikan bayi berkembang sehat dan normal, juga untuk mengetahui kelainan yang mungkin terjadi. Semakin awal kelainan terdeteksi, semakin mudah mengatasinya. Salah satu contoh pemeriksaannya adalah AMNIOSISTESIS. AMNIOSINTESIS adalah pemeriksaan yang dilakukan terhadap cairan amniotic (air ketuban) yang terdapat di sekitar bayi dalam uterus, dengan tujuan untuk medeteksi kelainan – kelainan pada bayi. Dokter akan mengambil contoh cairan ini dengan jarum, melalui dinding perut, atau melalui leher rahim. Cairan air ketuban yang mengandung sel dan bahan tertentu ini mencerminkan kesehatan bayi.
Panjang, jarum tipis dimasukkan melalui perut dan ke dalam rahim. Sejumlah kecil cairan diambil dari kantung berisi cairan yang mengelilingi janin.
Amniosintesis baru dapat dikerjakan bila cairan amnion (air ketuban) sudah cukup banyak. Pada awal trimester II (14 – 18 minggu), amniosintesis dilakukan untuk mendeteksi kelainan genetik dan metabolik melalui pemeriksaan sitogenik (sel). Tindakan ini juga dilakukan untuk memeriksa kadar alfa feto protein di dalam cairan air ketuban untuk mendeteksi adanya kelainan tertentu. Setelah kehamilan 24 minggu (6 bulan) amniosintesis dilakukan untuk mengukur kadar bilirubin, penentuan maturitas janin, pemeriksaan mikrobiologi, dan pemeriksaan-pemeriksaan diagnostik lainnya. Pada keadaan tertentu amniosintesis dapat dilakukan sebagai pembantu therapi yaitu untuk menghilangkan tekanan mekanik dan dekompresi.
Komplikasi serius dari amniosentesis pada trimester kedua jarang terjadi.Namun, prosedur ini menimbulkan risiko kecil keguguran.Menurut ACOG, kurang dari 1 dalam 500-1 dari 300 wanita mengalami keguguran setelah amniosentesis (1).Salah satu studi baru-baru ini menunjukkan bahwa risiko keguguran dapat serendah 1 dalam 1.600 (2).Komplikasi lain, seperti infeksi rahim, jarang, terjadi dalam waktu kurang dari 1 dalam 1.000 kasus (1).
Amniosentesis pada trimester pertama tidak dianjurkan (1).Studi menunjukkan bahwa risiko keguguran setelah trimester pertama amniosentesis dapat menjadi 3 kali lebih tinggi daripada risiko setelah amniosentesis pada trimester kedua (1, 3).Studi juga menunjukkan bahwa amniosentesis dini dapat meningkatkan risiko cacat kaki yang disebutkaki pekuk(1, 3).Ketika pertama trimester pralahir pengujian diperlukan, CVS adalah pilihan yang lebih aman.
Risiko keguguran amniosentesis berikut mungkin lebih rendah ketika dokter melakukan prosedur ini sangat berpengalaman (1).Dokter berpengalaman sering berlatih di pusat kesehatan besar.Penyedia layanan kesehatan dan konselor genetik biasanya dapat memberikan wanita hamil dengan rujukan kepada dokter berpengalaman.
Selama Pemeriksaan
Pemeriksaan amniosintesis memiliki tata cara pemeriksaan sendiri. Berikut adalah tata cara pemeriksaan amniosintesis :
ØSebelum tes ini dilakukan, Anda tidak perlu menginap di rumah sakit. Anda harus menandatangani formulir izin. Kandung kemih harus penuh untuk USG.Tidak ada makanan atau minuman larangan. Anda mungkin perlu untuk memberikan sampel darah untuk menentukan jenis darah dan faktor Rh. Anda mungkin mendapatkan suntikan obat yang disebut Rhogam jika Anda Rh negatif.
ØPertama anda akan memakai gaun rumah sakit, kemudian anda akan berbaring dengan posisi telentang dengan perut yang tidak ditutup. Setelah itu, perut Anda dibersihkan Penyedia layanan kesehatan akan menemukan lokasi yang tepat bayi, biasanya dengan USG (lihat kehamilan USG). Kulit perut digosok. Sebuah obat mati rasa (anestesi) dapat diterapkan pada kulit, atau bius lokal bisa disuntikkan ke dalam kulit.
ØDokter menggunakan ultrasonografi untuk melihat bayi Anda dan untuk mencari area yang aman dalam air ketuban. Ultrasonografi adalah gambar dari bayi Anda yang ditangkap dengan menggunakan gelombang suara.
ØDokter akan menyuntik kebal kulit dimana jarum akan dimasukkan. Akan terasa menyengat sedikit. Saat jarum memasuki uterus, Anda akan merasakan keram.
ØDokter akan mengambil sejumlah kecil cairan kemudian mengeluarkan jarum. Jarum berada di dalam selama kurang dari 1 menit.
ØSebuah layar diletakaan di sebelah perut Anda selama 15-30 menit untuk Dokter Anda akan mendapatkan hasil pemeriksaan dalam waktu sekitar 2 minggu untuk kemudian menjelaskannya kepada Anda.
Setelah Pemeriksaan
Setelah pemeriksaan dilakukan dokter akan menyarankan kepada anda untuk beristirahat dirumah selama 1 hari ini, kemudian anda di sarankan untuk meminum banyak air putih dan apabila anda mengalami keram anda di sarankan untuk tidur miring dan bertumpu kepada badan sebelah kiri anda.
GOLONGAN WANITA YANG PERLU MELAKUKAN AMNIOSINTESIS
Penyedia layanan kesehatan tidak secara rutin amniosentesis menawarkan kepada semua wanita hamil karena membawa resiko kecil keguguran. Mereka menawarkan amniosentesis bila ada peningkatan risiko genetik kromosom atau cacat lahir atau malformasi tertentu.Selular mungkin menawarkan amniosentesis karena:
Wanita yang mempunyai riwayat keluarga dengan gangguan genetic, seperti :
ØGangguan muskuloskeletal, seperti distrofi otot Duchenne
ØKelainan darah, seperti penyakit darah, thalassaemia atau anemia sel sabit
ØGangguan metabolisme, seperti fenilketonuria
Usia ibu: Risiko melahirkan anak dengan kromosom tertentu meningkat cacat lahir sebagai perempuan usia. Secara tradisional, penyedia layanan telah menawarkan wanita yang akan menjadi 35 tahun atau lebih tua pada saat pengiriman pilihan pralahir tes diagnostik untuk kelainan kromosom. Yang paling umum gangguan ini adalah sindrom Down, kombinasi kelainan mental dan fisik yang disebabkan oleh kromosom ekstra.
Sindrom Down terjadi pada sekitar 1 dari 1.250 anak-anak yang dilahirkan oleh wanita berusia 20-an. Kemungkinan meningkat menjadi sekitar 1 pada 400 oleh umur 35, 1 dari 100 pada usia 40, dan 1 dalam 30 pada usia 45 (1).
Sekarang wanita di atas usia 35 tahun umumnya memilih untuk memiliki pertama atau pada trimester kedua tes skrining untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang risiko mereka sebelum memutuskan apakah atau tidak untuk memiliki amniosentesis. American College of Dokter kandungan dan dokter ahli kandungan (ACOG) merekomendasikan bahwa pertama dan kedua-trimester screening serta pengujian pralahir tersedia bagi perempuan dari segala usia (1).
Seorang anak atau kehamilan sebelumnya dengan cacat lahir: Jika seorang wanita sudah memiliki anak (atau kehamilan) didiagnosis dengan kelainan kromosom, genetik cacat lahir atau cacat lahir tertentu yang melibatkan otak atau sumsum tulang belakang (neural tube cacat atau NTDs), dia mungkin akan ditawari pralahir pengujian selama kehamilan berikutnya.
Hasil tes skrining abnormal: Pemutaran tes untuk cacat lahir dapat dilakukan pada trimester pertama atau kedua. Trimester pertama menggabungkan tes skrining tes darah dengan USG untuk mengukur lipatan kulit (disebut lipatan yg berhubung dgn kuduk) di bagian belakang leher janin. USG menggunakan gelombang suara untuk mengambil gambar dari janin.
Pertama-trimester screening membantu menentukan risiko seorang wanita untuk memiliki bayi dengan Down syndrome atau trisomi 18 (kelainan kromosom yang parah). Trimester kedua tes skrining adalah tes darah yang membantu menentukan risiko kromosom yang sama lahir cacat, serta untuk NTDs.
Jika tes skrining menunjukkan peningkatan risiko cacat lahir, penyedia sering merekomendasikan amniosentesis untuk mendiagnosis atau menyingkirkan kelainan kromosom dan untuk membantu mendiagnosis NTDs. Kebanyakan bayi dengan hasil tes skrining abnormal sehat.
Sejarah keluarga: Provider mungkin menawarkan amniosentesis untuk pasangan dengan sejarah keluarga tertentu cacat lahir dan kelainan genetik seperti cystic fibrosis atau sindrom X rapuh.
Wanita dengan sensitisasi Rh.
Melalui tes ini, kita akan mengetahui bila ada kelainan janin, kelainan bawaan, jenis kelamin bayi, tingkat kematangan paru janin, dan mengetahui ada tidaknya infeksi cairan amnion (korioamnionitis).
RESIKO AMNIOSINTESIS
Amniocentesis biasanya dilakukan dan biasanya aman.Bagi kebanyakan wanita, manfaat diagnosis yang jelas ada masalah dengan bayi mereka lebih besar daripada potensi resiko.Namun, dalam rangka untuk membuat keputusan dan memberikan persetujuan Anda, Anda perlu menyadari kemungkinan efek samping dan risiko komplikasi dari prosedur ini.
Efek samping
Ini adalah tidak diinginkan, namun kebanyakan efek sementara pengobatan yang sukses.Anda mungkin memiliki beberapa rasa sakit atau kram ringan, seperti sakit periode, dan bercak (cahaya perdarahan dari vagina) selama beberapa jam kemudian.Jika Anda memiliki gejala lain seperti merasa tidak sehat, perdarahan atau kontraksi berat, Anda harus menghubungi dokter Anda segera.
Komplikasi
Ini terjadi ketika masalah terjadi selama atau setelah ujian.Kebanyakan wanita tidak akan terpengaruh, tetapi risiko amniosentesis termasuk yang tercantum di bawah ini.
·Cedera kepada Anda atau bayi Anda dari jarum - menggunakan USG untuk memandu jarum mengurangi risiko ini.Tusukan dari plasenta adalah potensi yang paling umum cedera, tapi hal ini biasanya sembuh tanpa masalah lebih lanjut.
·Anda dapat mengembangkan infeksi karena prosedur telah membiarkan bakteri ke dalam kantung ketuban, tapi ini sangat jarang terjadi.
·Ada sedikit resiko bahwa darah Anda akan terkena darah bayi Anda.Ini hanya masalah jika darah Anda rhesus negatif dan bayi Anda adalah rhesus-positif (lihat Rhesus penyakit).Risiko ini berkurang bila Anda diberi suntikan antibodi yang sesuai setelah pengujian Anda.
Dalam sekitar satu dalam 100 kasus, salah satu komplikasi ini amniosentesis menyebabkan keguguran.
Risiko yang tepat ditujukan khusus untuk Anda dan akan berbeda untuk setiap orang.Mintalah dokter bedah Anda untuk menjelaskan bagaimana risiko ini berlaku untuk Anda.
CARA MENGURANGI RESIKO KELAINAN PADA BAYI
Semua wanita dapat melakukan beberapa hal dasar untuk meningkatkan peluang mereka mempunyai kehamilan yang sehat dan bayi yang sehat:
·Memiliki pra pemeriksaan dengan penyedia layanan kesehatan.
·Take a multivitamin yang mengandung 400 mikrogram asam folat setiap hari dimulai sejak sebelum kehamilan dan di awal kehamilan untuk mencegah NTDs.
·Makan makanan sehat, termasuk makanan yang mengandung asam folat dan asam folat (bentuk asam folat yang terjadi secara alami dalam makanan), seperti sereal yang diperkaya, diperkaya produk biji-bijian, kacang-kacangan, sayuran berdaun hijau dan jus jeruk.
·Tidak makan daging kurang matang atau mengubah kotak kucing.Keduanya merupakan sumber-sumber toksoplasmosis, infeksi yang dapat menyebabkan cacat lahir.
·Hindari kontak dengan semua binatang pengerat, termasuk hewan peliharaan hamster, tikus dan kelinci percobaan. Binatang ini dapat membawa virus yang dapat membahayakan bayi.
·Hindari merkuri dalam ikan. Jangan makan ikan hiu, todak, king mackerel atau tilefish. Ikan ini dapat memiliki jumlah tinggi merkuri.Tidak apa-apa bagi wanita hamil untuk makan sampai 12 ons seminggu ikan yang memiliki sejumlah kecil merkuri, seperti udang, salmon, pollock, lele dan tuna kalengan. Tapi dia tidak boleh makan lebih dari 6 ons Albacore (putih) tuna per minggu. Perempuan juga harus memeriksa nasihat lokal tentang keselamatan ikan yang ditangkap di perairan lokal.
·Mulailah kehamilan pada berat badan yang sehat (tidak terlalu berat atau terlalu tipis).
·Jangan menggunakan obat, bahkan over-the-counter obat atau obat herbal, kecuali yang direkomendasikan oleh penyedia layanan kesehatan yang mengetahui wanita hamil.
Selain itu, March of dimes merekomendasikan bahwa semua wanita diuji imunitas terhadap rubella (campak jerman) dan cacar air sebelum hamil dan mempertimbangkan yang divaksinasi jika mereka tidak kebal. Setelah divaksinasi, seorang wanita harus menunggu 1 bulan sebelum menjadi hamil.
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar dijadikan tersangka pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjara (PRB) Nasrudin Zulkarnain sejak 30 April kemarin. Antasari dijadikan tersangka intellectual dader alias otak pembunuhan.
Menurut berita yang beredar pembunuhan ini terjadi karena seorang wanita yang belakangan ini diketahui sebagai istri ketiga dari korban -nasrudin- yang juga dulu sempat berprofesi sebagai Caddy d sebuah tempat bermain golf. mendengar kabar tersebut istri Antasari Azhar, Ida Laksmiwati, mengaku tidak syok suaminya dituduh terlibat kasus pembunuhan. Dia tetap percaya dan akan terus mendampingi sang suaminya menghadapi cobaan ini.
"Mengenai berita yang beredar, saya tetap percaya pada suami saya. Itu hanyalah teror," kata Ida dalam jumpa pers di pekarangan rumah Antasari, Giri Loka BSD, Serpong, Tangeran, Banten, Minggu (3/5/2009).
Ida mengaku sudah tidak asing lagi menghadapi teror karena sejak kecil sudah pernah mengalaminya. Ayah Ida juga penegak hukum seperti Antasari. Ia berkisah sejak Antasari menjadi Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), teror semakin sering diterimanya. "Jadi saya tidak kaget," kata Ida.
Dalam kasus Antasari-Nasrudin, muncul nama Rani Juliani yang disebut-sebut sebagai perempuan yang terlibat cinta segitiga dengan dua petinggi tersebut. Rani adalah caddy golf tempat Antasari dan Nasrudin sering main. Perempuan manis ini disebut-sebut telah nikah siri dengan Nasrudin dan kemudian 'diganggu' Antasari. Pangkal cinta segitiga itulah yang diduga menyebabkan Antasari memerintahkan Nasrudin dihabisi. Dor!
Setelah kasus penembakan Nasrudin Zulkarnaen dan dugaan keterlibatan Antasari Azhar terbongkar, nama Rani Juliani mendadak ngetop. Demikian pula blognya. Blog perempuan yang diduga terlibat cinta segitiga dengan dua petinggi itu kini ramai pengunjung.
Dalam blognya di blogspot.com, Rani hanya memposting 2 tulisan. Tulisan pertama berjudul 'Mengapa Saya Memilih Perguruan Tinggi Raharja?' dan satu tulisan tanpa judul yang berisi lanjutan tulisan pertama tentang visi dan misi PT Raharja.
Blog Rani, Minggu (3/5/2009) ini sudah mendapat 60 komentar. Padahal pada Jumat (1/5/2009) lalu, komentar di blog itu masih sangat sepi.
Hingga kini keberadaan Rani sendiri masih misterius. Belum ada pernyataan apapun dari caddy bertarif mahal tersebut atas kasus dramatik yang melibatkan dirinya dengan Nasrudin dan Antasari. Namun di blog tersebut, ada yang 'mengklaim' sebagai Rani dan keluarga meminta agar dirinya tidak dipojokkan dalam kasus yang kini jadi perbincangan hangat masyarakat ini.
"Assalamualaikum Wr Wb. Sahabat sekalian, mohon jangan pojokkan saya dalam urusan yang terjadi di luar kuasa dan kehendak saya. Biarkan saya dan keluarga saya tenang...saya yakin segalanya akan terbuka dengan sendirinya nanti. Tapi pls untuk saat ini biarkan saya dan keluarga saya tenang....pls mohon pengertian dan emphatinya. Assalamu'alaikum, Rani dan keluarga" tulis si pemosting dalam blog Rani. Sayang si pemosting tersebut menyembunyikan identitasnya.
Sementara pengunjung blog Rani umumnya mengecam dan memaki-maki si gadis manis pengagum James Bond ini. Misalnya menyebut perempuan yang kabarnya dinikah siri oleh Direktur PT Putra Rajwali Banjaran (PRB) Nasrudin Zulkarnaen ini sebagai pelacur.
"Anda tidak lebih baik dari seorang pelacur di Sarkem. Kalo pingin hidup enak, belajar dan bekerja yg giat, bukan dengan cara menjerat pria manula yg berduit," tulis pengunjung yang memakai nama Eni.
"Berapa banyak istri n anak2 yg udah kamu sengsarakan gara-gara ulahmu itu! Sudah dinikahi siri masih gatel nyarri laki orang lain lagi. Inget karma," kata Bunda, pengunjung lainnya.
Tapi selain makian, ada juga pengunjung yang menunjukkan empati pada mahasiswi berumur 22 tahun tersebut. Misalnya ada yang menyebut kasus Nasrudin yang menyeret-nyeret Antasari bukan salah Rani. Ada pula yang meminta anak ketiga dari empat bersaudara itu bersabar.
"Dari berita yang beredar, Sdr Rani Juliani merupakan orang yang sangat penting. Sesama blogger, saya berharap dan memberi dukungan moril kepada Rani agar dapat mengatakan apa adanya. Bicaralah dengan hati nurani. Jangan sampai masalah ini terlalu dipolitisasi dan merugikan banyak pihak. Benar kata Deddy Eko, kamu perlu meminta perlindungan dan jangan mudah diimimg2. Katakan ia jika ia, dan katakan tidak jika tidak!" tulis Nusantara.
"Untuk rani bisa aja dia gak bersalah karena dia hanya perempuan yang baru usia 22,..walaupun ada nilai keprihatinan kita kenapa kok harus memilih jadi istri dari org yg tersebut,..tp tetap itu pilihan rani dia punya alasan yg relatif kita semua punya penilaian masing2...justru kritikan lebih tepat diarahkan buat para orang tersebut (yang disebutkan oleh media..red) sampai adanya masalah cinta segitiga bahkan sampai ada pembunuhan," kata Pram dalam komentarnya di blog tersebut.
yah apapun yang terjadi hanya waktu yag bisa menjawab... bwt mereka yg terlibat semoga diberi kesabaran dalam menjalaninya...