Jumat, 08 Oktober 2010
Vanishing twin
Kelainan ini pertama kali diketahui pada tahun 1945. Hal ini terjadi akibat matinya/abortus salah satu kembar. Jaringan janin yang mati kemudian diserap oleh janin yang masih bertahan, plasenta atau ibu. Sehingga kesannya janinnya menghilang (vanish)
Dahulu sebelum ada USG, diagnosa Vanishing Twin dapat diketahui dengan cara pemeriksaan plasenta bayi yang dilahirkan (patolog). Sekarang dapat dengan mudah diketahui sat USG di awal kehamilan terdiagosis dua janin (kembar) dan pada saat kontrol selanjutnya ternyata janinnya tinggal satu.
Diagnosisnya semakin sering, karena adanya penggunaan USg di awal kehamilan. Angka kejadiannya diperkirakan sekitar 21-30% dari kehamilan kembar. Penyebabnya sering tidak diketahui. HAsil analisa plasenta dan jaringan janin sering memperlihatkan adanya kelainan/abnormalitas kromosom, sementara janin yang bertahan biasanya normal. Implantasi tali pusat yang tidak normal, juga bisa jadi penyebab.
Jika kejadiannya di TM I,baik ibu maupun janin yang tinggal/hidup biasanya tidak memperlihatkan gejala/tanda2 klinis. Prognosis janin yang tinggal biasanya sempurna, tetapi tergantung pada faktor2 yang menyebabkan matinya janin yang satunya. Jika kejadian nya pada TM II atau III, terjadi peningkatan risiko janin yang tinggal. Hal ini berupa risiko Cerebral Palsy dan ancaman terhadap kelangsungan kehamian.
Jika kematian janin terjadi Setelah periode embryonik (8 minggu), air dalam jaringan kembaran, cairan ketuabn, dan jaringan plasentanya akan diserap. Hal ini akan menyebabkan gepengnya (flattening)kembar yang matiakibat tekanan dari janin yang hidup. Saat kelahiran, janin yang tertekan ini dikenal dengan istilah fetus compressus atau fetus papyraceous
Gejalanya seperti gejala abortus bisa ditemukan berupa perdarahan, kontrkasi, nyeri rongga panggul. Jika kejadiannya di TM I maka ibu dan janin yang hidup, maka tidak diperlukan pengobatan. Jika kematian janin terjadi pada TM II dan III, Kehamilan harus ditangani sebagai kehamilan risiko tinggi.
Jika fetus papyraceus tetap ada, kehamilan harus dipantau secara seksama dengan melakukan USG serialguna menilai keadaan janin yang satunya lagi. Risiko yang terjadi berupa kelhiran prematur, persalinan yang macet, atau matinya janin yang masih bertahan akibat lepasnya plasenta atau infeksi. Janin yang hidup juga berisiko mengalami berat badan lahir rendah. Juga diawasi kemungkinan gangguan pembekuan darah pada ibu (consumptive coagulopathy. Vanishing Twin yang tidak ada komplikasi tidak memerlukan penanganan apa2.
Dilatasi dan kuretasu (D&C) dapat dilakukan jika konfirmasi dengan USG mendapatkan tidak ada lagi janin yang hidup.
AMNIOSINTESIS
Trimester kedua tes skrining adalah tes darah yang membantu menentukan risiko kromosom yang sama lahir cacat, serta untuk NTDs.
Minggu, 03 Mei 2009
Krisis Iman Para Elite Politik
Menurut berita yang beredar pembunuhan ini terjadi karena seorang wanita yang belakangan ini diketahui sebagai istri ketiga dari korban -nasrudin- yang juga dulu sempat berprofesi sebagai Caddy d sebuah tempat bermain golf. mendengar kabar tersebut istri Antasari Azhar, Ida Laksmiwati, mengaku tidak syok suaminya dituduh terlibat kasus pembunuhan. Dia tetap percaya dan akan terus mendampingi sang suaminya menghadapi cobaan ini.
"Mengenai berita yang beredar, saya tetap percaya pada suami saya. Itu hanyalah teror," kata Ida dalam jumpa pers di pekarangan rumah Antasari, Giri Loka BSD, Serpong, Tangeran, Banten, Minggu (3/5/2009).
Ida mengaku sudah tidak asing lagi menghadapi teror karena sejak kecil sudah pernah mengalaminya. Ayah Ida juga penegak hukum seperti Antasari. Ia berkisah sejak Antasari menjadi Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), teror semakin sering diterimanya. "Jadi saya tidak kaget," kata Ida.
Dalam kasus Antasari-Nasrudin, muncul nama Rani Juliani yang disebut-sebut sebagai perempuan yang terlibat cinta segitiga dengan dua petinggi tersebut. Rani adalah caddy golf tempat Antasari dan Nasrudin sering main. Perempuan manis ini disebut-sebut telah nikah siri dengan Nasrudin dan kemudian 'diganggu' Antasari. Pangkal cinta segitiga itulah yang diduga menyebabkan Antasari memerintahkan Nasrudin dihabisi. Dor!
Setelah kasus penembakan Nasrudin Zulkarnaen dan dugaan keterlibatan Antasari Azhar terbongkar, nama Rani Juliani mendadak ngetop. Demikian pula blognya. Blog perempuan yang diduga terlibat cinta segitiga dengan dua petinggi itu kini ramai pengunjung.
Dalam blognya di blogspot.com, Rani hanya memposting 2 tulisan. Tulisan pertama berjudul 'Mengapa Saya Memilih Perguruan Tinggi Raharja?' dan satu tulisan tanpa judul yang berisi lanjutan tulisan pertama tentang visi dan misi PT Raharja.
Blog Rani, Minggu (3/5/2009) ini sudah mendapat 60 komentar. Padahal pada Jumat (1/5/2009) lalu, komentar di blog itu masih sangat sepi.
Hingga kini keberadaan Rani sendiri masih misterius. Belum ada pernyataan apapun dari caddy bertarif mahal tersebut atas kasus dramatik yang melibatkan dirinya dengan Nasrudin dan Antasari. Namun di blog tersebut, ada yang 'mengklaim' sebagai Rani dan keluarga meminta agar dirinya tidak dipojokkan dalam kasus yang kini jadi perbincangan hangat masyarakat ini.
"Assalamualaikum Wr Wb. Sahabat sekalian, mohon jangan pojokkan saya dalam urusan yang terjadi di luar kuasa dan kehendak saya. Biarkan saya dan keluarga saya tenang...saya yakin segalanya akan terbuka dengan sendirinya nanti. Tapi pls untuk saat ini biarkan saya dan keluarga saya tenang....pls mohon pengertian dan emphatinya. Assalamu'alaikum, Rani dan keluarga" tulis si pemosting dalam blog Rani. Sayang si pemosting tersebut menyembunyikan identitasnya.
Sementara pengunjung blog Rani umumnya mengecam dan memaki-maki si gadis manis pengagum James Bond ini. Misalnya menyebut perempuan yang kabarnya dinikah siri oleh Direktur PT Putra Rajwali Banjaran (PRB) Nasrudin Zulkarnaen ini sebagai pelacur.
"Anda tidak lebih baik dari seorang pelacur di Sarkem. Kalo pingin hidup enak, belajar dan bekerja yg giat, bukan dengan cara menjerat pria manula yg berduit," tulis pengunjung yang memakai nama Eni.
"Berapa banyak istri n anak2 yg udah kamu sengsarakan gara-gara ulahmu itu! Sudah dinikahi siri masih gatel nyarri laki orang lain lagi. Inget karma," kata Bunda, pengunjung lainnya.
Tapi selain makian, ada juga pengunjung yang menunjukkan empati pada mahasiswi berumur 22 tahun tersebut. Misalnya ada yang menyebut kasus Nasrudin yang menyeret-nyeret Antasari bukan salah Rani. Ada pula yang meminta anak ketiga dari empat bersaudara itu bersabar.
"Dari berita yang beredar, Sdr Rani Juliani merupakan orang yang sangat penting. Sesama blogger, saya berharap dan memberi dukungan moril kepada Rani agar dapat mengatakan apa adanya. Bicaralah dengan hati nurani. Jangan sampai masalah ini terlalu dipolitisasi dan merugikan banyak pihak. Benar kata Deddy Eko, kamu perlu meminta perlindungan dan jangan mudah diimimg2. Katakan ia jika ia, dan katakan tidak jika tidak!" tulis Nusantara.
"Untuk rani bisa aja dia gak bersalah karena dia hanya perempuan yang baru usia 22,..walaupun ada nilai keprihatinan kita kenapa kok harus memilih jadi istri dari org yg tersebut,..tp tetap itu pilihan rani dia punya alasan yg relatif kita semua punya penilaian masing2...justru kritikan lebih tepat diarahkan buat para orang tersebut (yang disebutkan oleh media..red) sampai adanya masalah cinta segitiga bahkan sampai ada pembunuhan," kata Pram dalam komentarnya di blog tersebut.
yah apapun yang terjadi hanya waktu yag bisa menjawab... bwt mereka yg terlibat semoga diberi kesabaran dalam menjalaninya...
Kamis, 25 Desember 2008
Deteksi Virus HIV dengan HP
Pernah pergi ke rumah sakit karena panas tinggi? Jika penah pasti si Dokter akan menyarankan untuk memeriksa darah anda ke Laboratorium untuk mengetahui apakah anda mengalami demam berdarah atau tifus, dlll. Proses tes darah ini biasanya butuh waktu yang cukup lama, paling cepat 15 menit, itupun jika tidak antre dan si laboran lagi berbaik hati mau bekerja dengan semangat. Tes seperti ini juga memakan biaya yang tidak bisa dikatakan murah.
Mengetahui permasalahan seperti ini, para peneliti dari UCLA mengembangkan (atau lebih tepatnya menghancurkan ) sebuah ponsel agar bisa dipergunakan sebagai penganalisa darah. Salah seorang penelitinya, Dr. Aydogan Ozcan membuat sebuah peranti lunak/software yang dapat menganalisa sampel darah yang diambil oleh sebuah kamera yang telah dimodifikasi. Dengan modifikasi ini kamera tersebut mampu mengambil gambar sampel darah dengan ketentuan yang diinginkan (seperti faktor cahaya, dll). Software tadi adalah kucinya. Ia bertugas untuk menganalisa ribuan sel darah sekaligus dan mendapatkan hasil yang akurat hanya dalam beberapa menit saja.
Tapi kalo ponselnya sudah dimodifikasi seperti itu, siapa yang masih mau memakainya sebagi ponsel? malu donk ah banyak plesternya gitu
Teknologi Ethanol, Teknologi Sederhana
Aku punya kebiasaan selalu pingin membaca. Aku jarang diam saja tanpa membaca. Apa saja aku baca, kalau tidak ada buku ya… koran bekas, koran bungkus gorengan, majalah lama. Kalau naik bis kadang-kadang aku baca plang-plang, baliho, spanduk, atau reklame di sepanjang jalan. Termasuk ketika aku mampir ke rumahku di Magelang. Aku iseng-iseng membaca koran-koran bekas. Tanpa sengaja aku menemukan sebuah artikel menarik di Harian Suara Merdeka, Kamis 28 Februari 2008 dan Jum’at, 29 Februari 2008. Sudah hampir sebulan yang lalu. Judul artikel tersebut adalah Menyibak Tabir Ciu Boled (1) Satu Grumbul Hasilkan 75 Ribu Liter per Bulan.
Aku sedang asik mempelajari bioethanol jadi artikel ini jadi sangat menarik bagiku. Menurut artikel itu di sebuah kampung, di kecamatan Wangon Banyumas, ada pegranjin ciu sejak jaman belanda dulu. Mereka memproduksi Ciu secara sembunyi-sembunyi, karena Ciu termasuk minuman keras yang dilarang pemerintah. Tapi karena mereka sudah turun temurun membuat ciu, tradisi ini tetap dilakukan hingga saat ini. Bahan baku untuk membuat ciu adalah nira kelapa mudah diperoleh di sekitar desa itu. Kurang lebih ada sekitar 100 orang yang membuat ciu. Kapasitas produksinya pun cukup besar yaitu sekitar 75 ribu liter per bulan. Kadar alkoholnya juga cukup tinggi, yaitu sekitar 40%. Sama dengan kadar alkohon pada Vodca.
Mereka memproduksi ciu dengan perlengkapan sangat sederhana. Teknologinya sederhana. Alat distilasinya terbut dari panci-panci biasa dengan tabung bambu. Mereka menggunakan kayu sebagai bahan bakar untuk distilasi. Tapi hasilnya lumayan juga, karena bisa mencapai 40%. Aku memperkirakan, mungkin kadar ethanol dalam cairan fermentasinya mencapai 10% atau kurang dari itu. Kalau benar mereka mereka mengolah kurang lebih 300 ribu liter nira per bulan. Jadi kalau ada 100 orang berarti rata-rata 1000 liter/orang/ bulan. Menurut artikel itu mereka tidak rutin setiap hari membuat ciu, kadang-kadang saja. Jadi andaikan dalam sebulan mereka bekerja 20 hari, jadi rata-rata mereka mengolah 50 liter nira dalam setiap prosesnya.
Memang membuat ciu bukan teknologi yang baru. Kata orang, Ciu ini sudah masuk ke Indonesia ketika para pedangan cina mampir ke wilayah nusantara. Mungkin ketika jaman majapahit dulu. Ketika itu para pedagang cina mengajarkan cara-cara membuat ciu kepada orang pribumi. Namanya saja ciu yang sudah bisa diduga berasal dari bahasa cina. Waktu aku pergi ke NTT aku lihat banyak juga mereka minum arak putih, kalau tidak salah namanya Saguer. Di daerah sumatra juga ada minuman yang mirip. Waktu itu aku pergi ke wilayah sekitar danau toba: balige, sigorong-gorong, muara, taruntung, dolok sangul, dll. Aku lihat orang batak kalau sore hari minum ciu tradisional di warung-warung.
Membuat Bioethanol dari Ciu
Artikel di Suara Merdeka ini memberi aku inspirasi. Sebenarnya ethanol sama saja, apakah dibuat dari nira, gula, molases, pati, ketela, atau bahan lignoselulosa. Bedanya hanya di kadarnya saja. Ethanol untuk fuel harus bebas air, kadarnya mendekati 100% (99.5%). Jika dihitung-hitung ciu sebanyak 75 ribu liter/bulan (kadar ethanol 40%) bisa menghasilkan ethanol sebanyak 30 ribu liter/bulan. Kalau harga ethanolnya Rp. 5.500, maka nilainya kurang lebih Rp. 165 juta. Jadi rata-rata bia memberikan pendapatan sebesar 1,64 juta per bulan untuk setiap pengrajin ciu. Jumlah yang cukup lumayan.
Seharusnya pemerintah daerah setempat cepat tanggap. Pengrajin ciu ini dikumpulkan dan dibina. Misalnya dengan membuat semacam koperasi. Mereka diberi modal dan diberi pelatihan untuk membuat ethanol. Teknologi untuk membuat ethanol sangat sederhana dan bisa diperoleh dengan mudah. Mereka bisa juga dibantu untuk pemasarannya.
Setelah menjadi ethanol pasarannya sangat luas. Ethanol dengan kadar 70%, biasa dipakai di rumah sakit atau laboratorium sebagai disinfektan. Kadar 99.5% bisa digunakan sebagai bahan campuran bensin. Industri-industri pun banyak yang menggunakan ethanol sebagai pelarut atau salah satu bahan bakunya.
Ada banyak keuntungan yang bisa diperolah di sini. Pertama, meningkatkan pendapat masyarakat pengrajin ciu. Kedua, mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar dari fosil.
Memang untuk mewujudkan cita-cita ini tidak mudah. Diperlukan kemauan yang kuat dari dinas dan instansi terkait. Kesungguhan dari pembina-pembinanya dan tentunya juga dukungan dari masayarakat.
Kemajuan Teknologi dan Pengaruhnya
Tentu kemajuan teknologi ini menyebabkan perubahan yang begitu besar pada kehidupan umat manusia dengan segala peradaban dan kebudayaannya. Perubahan ini juga memberikan dampak yang begitu besar terhadap transformasi nilai-nilai yang ada di masyarakat. Khususnya masyarakat dengan budaya dan adat ketimuran seperti Indonesia. Saat ini, di Indonesia dapat kita saksikan begitu besar pengaruh kemajuan teknologi terhadap nilai-nilai kebudayaan yang di anut masyarakat, baik masyarakat perkotaan maupun pedesaan (modernisasi). Kemajuan teknologi seperti televisi, telepon dan telepon genggam (HP), bahkan internet bukan hanya melanda masyarakat kota, namun juga telah dapat dinikmati oleh masyarakat di pelosok-pelosok desa. Akibatnya, segala informasi baik yang bernilai positif maupun negatif, dapat dengan mudah di akses oleh masyarakat. Dan di akui atau tidak, perlahan-lahan mulai mengubah pola hidup dan pola pemikiran masyarakat khususnya masyarakat pedesaan dengan segala image yang menjadi ciri khas mereka.
Hal yang sama terjadi di Bawean. Sebuah pulau kecil yang terletak sekitar 12 mil di sebelah utara Pulau Jawa ini pun tak luput dari pengaruh kemajuan teknologi (modernisasi) yang melanda belahan dunia saat ini. Banyaknya penduduk pulau Bawean yang tinggal di luar pulau maupun di luar negeri termasuk salah satu dari sekian banyak faktor yang mendukung pesatnya kemajuan teknologi di pulau Bawean ini. Memang, tak dapat di pungkiri bahwa salah satu faktor pendukung kemajuan suatu daerah, terutama daerah terpencil seperti Bawean ini adalah intensitas interaksinya dengan dunia luar/daerah lain.
Bagaimana banyaknya penduduk pulau Bawean yang tinggal di luar pulau terutama luar negeri dikatakan menjadi faktor yang mendukung pesatnya kemajuan teknologi yang ada di pulau Bawean? Hal ini erat kaitannya dengan pendapatan perekonomian masyarakat yang di dapat dari hasil mereka di luar negeri tersebut. Karena, umumnya, mereka yang bekerja di luar negeri, taraf ekonominya relatif meningkat dan secara langsung ataupun tidak langsung menyebabkan perubahan gaya hidup. Dari yang tidak punya televisi menjadi punya televisi lengkap dengan antenna parabola yang dapat menangkap siaran saluran (channel) dari luar negeri, dari yang tidak punya Hand Phone menjadi punya Hand Phone keluaran terbaru sekalipun. Bahkan mereka dapat membeli personal computer (laptop) yang di lengkapi dengan teknologi yang dapat di gunakan untuk mengakses internet secara langsung (wireless). Begitulah asimilasi dan dampaknya terjadi di tengah-tengah masyarakat Bawean saat ini.
Beberapa waktu yang lalu, pesatnya kemajuan teknologi di pulau Bawean semakin semarak dengan masuknya broadband internet dengan akses cepat (Speedy) ke pulau Bawean. Hal ini patut kita syukuri, mengingat begitu cepatnya kemajuan akses informasi saat ini menyebabkan kebutuhan internet adalah niscaya bagi masyarakat Bawean, agar mereka menjadi masyarakat yang tidak ketinggalan informasi. Meskipun hadirnya akses internet cepat (Speedy) di pulau Bawean harus kita syukuri, bukan berarti kita tidak perlu waspada dengan segala dampak yang akan timbul dari masuknya internet ke pulau Bawean tersebut. Karena seperti kata pepatah, tak ada gading yang tak retak, begitu pula dengan adanya akses internet ini, tentu dia membawa dampak yang positif dan juga negatif terhadap kehidupan masyarakat di pulau Bawean, terutama kaum remaja yang nota bene selalu tertarik untuk mencoba hal-hal baru, sedang dari segi psikologis, kondisi kejiwaan mereka merupakan usia yang paling rawan terhadap pengaruh-pengaruh yang datang dari luar. Pertanyaannya sekarang adalah, siapkah masyarakat Bawean dengan adanya kemajuan teknologi yang tak terbendung ini?
Saat ini dapat kita lihat betapa kemajuan teknologi telah mempengaruhi gaya hidup dan pola pikir masyarakat Bawean, terutama di kalangan remaja. Saya lebih menekankan dampak teknologi pada kehidupan remaja Bawean dengan alasan merekalah yang lebih dekat dan lebih banyak berinteraksi dengan teknologi seperti televisi, HP, ataupun internet. Dan juga secara pengaruh, merekalah yang paling rentan terkena pengaruh/dampak negatif dari teknologi tersebut. Kalo dulu kita lihat para siswa bersekolah dengan hanya membawa buku-buku pelajaran ataupun alat tulis, kini dapat kita saksikan para siswa berangkat sekolah dengan HP sebagai bawaan wajib mereka. Entah sebetulnya mereka benar-benar membutuhkan HP tersebut sebagai alat komunikasi atau tidak, yang jelas bagi remaja Bawean sekarang, HP merupakan sarana gaul yang mutlak mereka miliki. Semakin bagus HP yang mereka punya, semakin merasa gaul dan percaya dirilah mereka (walaupun mungkin mereka tidak tahu bagaimana cara menggunakan fitur-fitur canggih yang mereka punya di HP mereka).
Dari mana para remaja itu memperoleh HP tersebut? Dapat di pastikan, mereka memperolehnya dari orang tua mereka masing-masing. Mayoritas para remaja di Bawean, orang tuanya bekerja di luar negeri seperti Malaysia atau Singapura. Dan umumnya, para orang tua itu merasa bangga bisa memenuhi segala kebutuhan dan permintaan anaknya tanpa mereka memperhatikan dampak yang akan timbul dari apa yang mereka para orang tua berikan pada anak. Itulah ungkapan kasih sayang orang tua yang mungkin cara penyampaiannya kurang tepat. Dengan memberi anak mereka HP keluaran terbaru, misalnya, mereka merasa telah berhasil sebagai orang tua, tanpa mereka pertimbangkan, akan di gunakan untuk apa HP tersebut oleh anak-anak mereka?
Memberikan alat komunikasi seperti HP kepada anak, sesungguhnya bukan hal yang salah, karena dengan HP tersebut, mungkin orang tua berharap komunikasi dengan sang anak lebih mudah dan lancar, akan tetapi, hal tersebut menjadi boomerang ketika ternyata HP tersebut disalah gunakan oleh anak untuk hal-hal yang negatif seperti menyimpan foto-foto ataupun video porno dan juga di gunakan sebagai alat yang memperlancar komunikasi dengan lawan jenis untuk hal-hal yang kurang bermanfaat seperti pacaran, sehingga dengan HP tersebut berdampak negatif pada anak seperti terjadinya pergaulan bebas, seks di luar nikah dan menurunnya prestasi belajar bahkan juga bisa terjadi anak mengambil uang ataupun barang berharga milik orang tuanya tanpa izin hanya untuk membeli pulsa. Karena itu, orang tua hendaknya benar-benar mempertimbangkan matang-matang segala dampak yang akan timbul sebelum memutuskan untuk memberikan HP ataupun benda-benda lain yang sekiranya berdampak negatif terhadap perkembangan anaknya.
Ketika memutuskan untuk memberikan HP kepada anak, alangkah baiknya orang tua juga mengawasi dan mengarahkan anak agar anak tidak lepas kontrol dalam menggunakan HP. Tidak ada salahnya sewaktu-waktu kita memeriksa HP anak untuk mengetahui isi yang ada di dalamnya dengan meminta ijin anak terlebih dahulu. Karena dengan meminta ijin, anak akan merasa dihargai dan itu memberikan pengaruh yang besar terhadap pribadinya dan juga membentuk kesan positif dalam diri mereka tentang pribadi kita sebagai orang tua. Ketika kita dapati mungkin ada video porno di HP anak, jangan langsung bersikap menghakimi dan menghukum layaknya seorang polisi, akan tetapi alangkah baiknya kita tanyakan kepada anak darimana dia mendapat video itu dan untuk apa dia menyimpannya. Apapun jawaban anak, orang tua tidak boleh bersikap menghakimi dan menyalahkan anak, apalagi memarahi anak dan berlaku ringan tangan. Akan tetapi kita ajak anak berdiskusi/sharing mengenai hal tersebut, apa hal itu bermanfaat dan apa dampaknya bagi anak, dan jangan lupa, ketika berdiskusi, kita juga harus mendengarkan pendapat anak dan memberikan pengarahan yang tepat. Karena apapun alasannya, kekerasan tidak menyelesaikan masalah, sekali kita berlaku kasar apalagi main tangan terhadap anak kita, sesungguhnya kita telah menorehkan luka dihatinya, yang sampai kapanpun luka itu tidak akan pernah sembuh dan akan terus membekas di sanubarinya.
Selain HP, kemajuan teknologi di Bawean juga di tandai dengan masuknya akses internet, internet saat ini telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan remaja. Lewat internet, mereka bisa mengakses segala informasi dari seluruh dunia. Tentu tak semua informasi yang disajikan adalah informasi yang layak di akses oleh remaja. Karena terkadang lewat internet mereka dapat dengan bebas menyaksikan segala hal yang berbau pornografi dan pornoaksi yang memang dapat di akses dengan mudah di dunia maya (internet). Hal ini tentu menimbulkan efek yang kurang baik bagi perkembangan kepribadian remaja. Dari yang semula mereka merasa tabu tentang seks, sampai akhirnya mereka melihat seksualitas yang di obral di internet tanpa pengarahan serta bimbingan yang tepat dan mereka merasa penasaran bahkan mencobanya. Karena itu, tak heran jika saat ini pergaulan remaja di Bawean menjadi sangat mengkhawatirkan dan meresahkan masyarakat terutama para orang tua.
Televisi, juga merupakan produk modernisasi yang memberikan dampak yang besar terhadap kehidupan dan perubahan nilai-nilai di masyarakat. Khususnya masyarakat Bawean. Banyak orang meniru gaya hidup dari publik figur yang mereka saksikan lewat televisi. Model baju selebritis terbaru, model potongan rambut terbaru, bahkan juga tak jarang meniru tingkah laku para selebritis yang mereka lihat lewat televisi, tanpa peduli apakah gaya hidup selebritis ataupun publik figur yang mereka tiru dan mereka jadikan sebagai role model itu sesuai dengan kondisi dan situasi dimana mereka tinggal atau tidak. Hal ini juga melanda kalangan remaja, dimana memang pada masa ini adalah masa dimana mereka para remaja mencari sesuatu yang dipandang bernilai, pantas dijunjung tinggi dan dipuja, serta menjadikan role modelnya itu sebagai identitasnya. Tak heran jika kita dapati banyak para remaja di Bawean meniru gaya para selebritis idola mereka, dari mulai gaya rambut, gaya berbusana, bahkan gaya pacaran para artis yang mereka saksikan lewat televisi.
Sebagai orang tua, seharusnya mengerti kondisi kejiwaan anak, terutama anak remaja. Menurut para ahli psikologi masa remaja merupakan masa yang paling rentan dalam perkembangan kejiwaan anak. Pada usia remaja ini, anak telah meninggalkan usia kanak-kanak dimana mereka tidak dapat disebut lagi sebagai anak kecil, tapi juga belum bisa di terima dalam kelompok orang dewasa. Pada masa ini anak telah mulai mencari-cari siapa dirinya sebenarnya (looking for identity/Identity formation), berusaha untuk menemukan kelompok atau teman-teman yang mau mengakui kemampuan dan menghargai dirinya dan telah mulai memiliki minat terhadap lawan jenis (minat seksual). Masa remaja adalah masa pencarian jati diri, dan bisa saja dalam proses pencarian jati diri itu remaja tersebut melalui jalan yang benar atau jalan yang salah. Apabila remaja gagal dalam mengembangkan rasa identitasnya, maka remaja akan kehilangan arah, bagaikan kapal yang kehilangan kompas, dan itu akan berdampak tidak baik terhadap perkembangan kepribadiannya dimasa yang akan datang. Itulah kenapa, masa remaja adalah masa yang paling rawan terhadap pengaruh yang datang dari luar. Baik pengaruh positif ataupun pengaruh negatif, disinilah peran sebagai orang tua di butuhkan untuk dapat membimbing dan mengarahkan anak remaja agar tidak kehilangan kontrol dirinya (self control).
Seyogyanya pula sebagai orang tua, selalu memantau perkembangan anak, dengan tanpa mengekang kreatifitas ataupun dunia anak. Karena anak memiliki dunianya sendiri, dimana mereka tinggal dengan segala imajinasi dan juga teman-teman yang mereka miliki. Tugas orang tua lah mendidik dan mengarahkan agar nanti dunia anak kita tidak hanya menjadi dunia yang dipenuhi dengan kegelapan, tapi juga dunia yang diwarnai dengan keceriaan dan kebahagiaan serta dunia dimana mereka menilai citra dirinya (image of self) secara positif dan memiliki rasa percaya diri (self esteem).
Sekarang ini, akibat produk modernisasi seperti televisi, HP ataupun internet, kita dapat melihat bahwa tak ada bedanya gaya hidup masyarakat kota dengan masyarakat desa. Budaya barat yang dahulu hanya di adaptasi dan di tiru oleh masyarakat kota, dengan adanya kemajuan teknologi juga telah melanda masyarakat di pedesaan. Budaya tolong menolong yang dahulu lekat dengan masyarakat desa, lambat laun berkurang meski tidak hilang sama sekali, berganti dengan budaya individualistik. Budaya santun dan lugu yang juga menjadi ciri khas masyarakat pedesaan perlahan mulai pudar dan berganti dengan budaya urakan yang dengan bangga mereka sebut dengan istilah gaul.
Pada hakikatnya, kemajuan teknologi dan pengaruhnya dalam kehidupan adalah hal yang tak dapat kita hindari. Akan tetapi, kita dapat melakukan tindakan yang bijaksana terhadap diri kita sendiri, keluarga dan juga masyarakat luas agar kemajuan teknologi yang semakin dahsyat ini tidak sampai menggeser jati diri kita sebagai manusia yang memiliki norma dan juga nilai-nilai pekerti yang luhur. Bagaimanapun, sebagai anggota masyarakat, dan terutama sebagai orang tua, kita harus melakukan suatu tindakan representative dan preventif, agar semaksimal mungkin dapat mencegah pengaruh negatif teknologi terhadap anak-anak kita khususnya kaum remaja yang merupakan generasi emas yang akan menjadi penerus perjuangan kita membentuk bangsa yang berakhlak dan berbudaya di masa yang akan datang. (Jakarta, 28 agustus 2008)